Monday, 31 January 2011

0 Duumm! Dikira Pesawat Ternyata Sonic Boom

Terjadi di Karang Anyar pada Senin, kira-kira pukul 8.30 WIB (detik.com). Sebuah ledakan yang semula dikira pesawat jatuh, akhirnya di indikasikan sebagai Sonic Boom yang dilakukan olah pesawat latih milik TNI.
sumber : google search

Read More...

Wednesday, 21 April 2010

0 Dari mana minyak dan gas bumi?


Darimana minyak bumi?
Darimana gas bumi?

Semua tentu dari bumi, tepatnya di dalam perut bumi. Diambil (sedot) dari dalam sehingga bisa di proses di atas. Dari bahan mentah hingga dapat di gunakan untuk kebutuhan manusia. Mulai dari pabrik, kendaraan sampai untuk rumah tangga. Hampir semua aktifitas kita didukung dan membutuhkan minyak dan gas. Lantas darimana kita tahu keberadaan minyak dan gas itu?


Seismic.
Ya itulah metodenya. Lantas bagaimana seismic itu bekerja?
begini ceritanya: Pertama-tama akan dilakukan pengukuran lintasan. Tentu saja untuk menentukan lokasi ini sudah di dukung oleh prediksi patahan lapisan dan geologi di area yang akan di survei. Dengan lintasan yang ada, maka akan dilakukan penentuan posisi penempatan sumber getar dan posisi penerima sumber getar. Tahap penyiapan lintasan ini termasuk Pengukuran dan penandaan (chaining & flagging), pembersihan lintasan dan pembuatan jembatan dan tangga-tangga (clearing & bridging) dan offset.

Tahapan di atas masuk dalam tahap pekerjaan Topografi. Selain memasang tanda, juga melakukan pemetaan area yang akan di survei. Mulai dari jalan yang ada, sungai, objek, lokasi-lokasi penting dan titik-titik ikat yang di jadikan referensi.

Tahapan selanjutnya adalah pengeboran titik-titik yang di tandai. Tanda yang ada di lapangan di bedakan menjadi 2 (dua), yaitu tanda berwarna merah (untuk di bor) dan tanda berwarna biru (untuk di pasang alat perekam). Pada tahap pengeboran setiap titik bertanda merah akan di bor dengan kedalaman antara 25 - 30 meter (ini tergantung dari hasil uji parameter tes). Setelah di bor, maka akan diisi dengan pemicu sumber getar. Besar kecilnya sumber getar tergantung dari seberapa jauh dan dalam yang akan di ketahui datanya.

Tahap selanjutnya adalah perekaman. Pada tahap basic party ini akan dilakuakan peledakan pada titik-titik bor, sehingga akan menimbulkan getar yang kemudian di tangkap oleh alat perekam (geophone) yang telah di pasang pada titik-titik dengan tanda berwarna biru.

Dari hasil perekaman kemudian dilakukan proses interpretasi, dari hasil interpretasi akan diketahui ada atau tidaknya sumber minyak di area tersebut. Dalam kegiatan survey seismic (sepengetahuan saya) ada 3 (tiga) jenis survey yang dapat dilakukan yaitu survey seismic 2D, 3D dan 4D. Masing-masing jenis akan saya ceritakan kemudian.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi jawaban buat kita semua yang awam tentang minyak dan gas. Karena saya juga masih awam tentang hal ini, maka saya juga masih perle belajar lagi tentang seismic.
Read More...

Monday, 8 March 2010

0 Tangan Di atas Lebih Baik....(SEDEKAH)


Berlomba lomba dalam kebaikan. Alangkah indahnya bila kita bisa benar-benar manjalankan. Tapi "kebaikan" untuk siapa yang kita lombakan? Diri sendiri, keluarga, kelompok, atau masyarakat?

Sering kita melihat, perlombaan memperebutkan "kursi panas". Kenapa musti di lombakan!

Bukankah posisi "KURSI PANAS" merupakan posisi yang akan mendapat amanah yang begitu berat? Apakah kita sudah mampu melaksanakan amanah sebagai diri sendiri dan di keluarga kita?

Mengapa tangan di atas lebih baik, bukan posisi di atas lebih baik? Ya, tangan di atas lebih baik itu karena dengan ungkapan itu artinya kita mau dan mampu membagi apa yang kita miliki kepada orang lain. Beda halnya dengan posisi di atas. Memang posisi di atas lebih baik dari posisi di bawah, terlebih jika kita bisa memanfaatkan posisi di atas itu untuk menuju ke "tangan di atas" artinya banyak memberi kebaikan kepada orang lain.

Bukan saatnya kita berlomba2 untuk sesuatu yang menambah berat tanggungan hidup kita. Peliharalah diri kita dan keluarga kita dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada kesesatan. Mari...

Read More...

Wednesday, 3 March 2010

0 Mengatasi Masalah dengan Facebook



Masuk kantor, setelah menata meja sebentar, biasanya langsung menghidupkan komputer.
Itu menjadi kebiasaan rutin bagi karyawan yang pekerjaannya menggunakan komputer.
Dengan kemajuan yang ada, seperti tv kabel dan internet,maka hampir setiap orang bisa dan bahkan memiliki jaringan tersebut. Lebih-lebih internet. Hanya bermodalkan HP kita sudah bisa "internetan". Trus hubungannya dengan mengatasi masalah dengan facebook apa?


Tentu saja. Seperti yang saya sampaikan di atas, ketika baru saja kita masuk ke kantor dan menghidupkan komputer ataupun notebook (laptop) kita, gerakan pointer tidak jauh-jauh dari aplikasi Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrom, Opera dan aplikasi lain yang akan membawa kita menelusuri dunia maya.

Dan saat ini, bookmark yang paling banyak barangkali Facebook. Karena akan lebih mudah dan lebih cepat mengarahkan tujuan kita ke update status di layanan pertemuan sahabat lewat dunia maya itu. Ya iseng-iseng liat status temen, trus "ada gak yach yang komentarin status ane" lebih lanjut akan ngecek status-status baru temen2 yang belum tentu di kenal.

Akhirnya setelah dikira dah ter"cek" semua, baru membuka aplikasi berita atau buka-buka file kerjaan. Akhirnya dengan mendapat tanggapan dari teman yang lain di status kita, pikiran jadi cemerlang, dan akhirnya masalah sedikit berkurang.

Selanjutnya, ketika pikiran lagi penat, tujuan yang lain yaitu update status di FB lagi. Ya sekalian ngecek "sapa tau da yang bikin status baru, mau di komentari"...sambil telunjuknya maju mundur, layar naik turun kadang kita lupa dengan masaklah yang sedang di hadapi...malah bisa ketawa ketika sedang ditimpa masalah. Bener gak, ya meskipun gak bisa menyelesaikan masalah, paling tidak bisa mengatasi masalah stress.

Ya barang kali itu saja. Kalau kurang berkenan, anggap gak pernah baca..hehehe
Read More...